Lkd0w4E1RXeko9lO8B7b5aHwUYMeguVeq3zLAoHH

Rahasia Lolos Tes BUMN: Pengalaman Pribadi yang Nggak Akan Saya Lupakan

Rahasia Lolos Tes BUMN: Pengalaman Pribadi yang Nggak Akan Saya Lupakan

Tahun 2011 adalah salah satu momen paling berkesan dalam hidup saya. Waktu itu, saya nekat ikut tes seleksi BUMN. Berbeda dengan sekarang yang serba online, dulu tesnya masih dilakukan secara offline, dan saya harus datang langsung ke kampus ternama di kota Bandung. Yang bikin nggak terlupakan, tesnya berlangsung dari pagi hingga magrib — bahkan ada momen mendebarkan saat jeda istirahat! Mau tahu ceritanya? Yuk, simak pengalaman saya.


Pagi yang Penuh Harapan

Hari itu, saya sudah tiba di lokasi tes pagi-pagi sekali. Begitu sampai, suasananya sudah ramai. Ratusan peserta dari berbagai daerah berkumpul dengan wajah penuh semangat dan harapan. Saya langsung sadar kalau saingannya banyak dan pasti berat. Tapi saya coba fokus, karena saya tahu tantangan terbesar bukanlah peserta lain, melainkan diri saya sendiri.


Datang lebih awal itu penting banget. Selain bisa menenangkan diri, saya juga jadi punya waktu buat adaptasi dengan lingkungan. Saya manfaatkan waktu sebelum tes buat merapikan pikiran dan berdoa, berharap semuanya berjalan lancar.


Marathon TKD: Fokus dan Jangan Panik

Tes pertama yang harus saya hadapi adalah Tes Kemampuan Dasar (TKD). Berhubung tesnya offline, semua peserta duduk di ruangan besar, masing-masing dengan lembar soal dan lembar jawaban di depan mereka. Suasana waktu itu benar-benar hening, hanya terdengar suara lembaran kertas yang dibolak-balik dan sesekali suara pengawas yang mengingatkan waktu.


TKD ini terdiri dari beberapa bagian, dan semuanya harus dikerjakan di pagi hari. Bagian yang paling saya ingat meliputi:

1. Logika dan Numerik: Tes ini menguji kemampuan berpikir logis dan hitung cepat. Saya sering latihan soal deret angka dan logika dari buku-buku latihan. Satu trik yang saya pakai waktu itu: jangan terpaku di soal yang sulit. Kalau mentok, lewati dulu dan kerjakan yang lebih mudah.

2. Wawasan Kebangsaan: Ini bagian yang menguji pengetahuan tentang Pancasila, UUD 1945, sejarah Indonesia, hingga isu-isu nasional. Saya sempat mengulang hafalan sila Pancasila berkali-kali di kepala sambil menunggu tes dimulai.

3. Tes Kepribadian: Bagian ini mengukur karakter dan cara kita mengambil keputusan dalam berbagai situasi. Saya berusaha menjawab sejujur mungkin tanpa overthinking. Yang penting tetap konsisten dan jangan menjawab asal-asalan.


Saya benar-benar mengandalkan latihan dan ketenangan dalam mengerjakan soal. Apalagi waktunya terbatas, jadi harus pintar mengatur strategi.


Saat Jeda: Pengumuman yang Mendebarkan

Setelah sesi pagi selesai, tibalah waktu istirahat. Saya pikir bisa santai sejenak, makan siang, dan melepaskan penat. Tapi ternyata, saat itu diumumkan hasil tes pagi. Dan yang bikin deg-degan, pengumumannya ditempel di papan pengumuman!


Bayangkan ratusan orang berdesakan, semua ingin tahu hasilnya secepat mungkin. Saya ikut mengantri, merapat ke papan sambil sesekali melongok mencari nama saya di tengah lautan nama peserta lainnya. Suasana saat itu tegang banget. Beberapa orang terlihat kecewa karena namanya tidak tertera, sementara yang lolos terlihat lega dan langsung bersiap untuk tes berikutnya.


Ketika akhirnya saya menemukan nama saya di sana, rasanya lega luar biasa. Tapi nggak berhenti di situ — buat yang lolos, harus lanjut lagi ke sesi tes berikutnya di siang harinya! Saya cuma punya waktu sebentar buat makan siang, itu pun sambil menyiapkan mental untuk sesi selanjutnya.


Tes Lanjutan: Ujian Ketahanan Fisik dan Mental

Sesi siang nggak kalah menegangkan. Setelah lelah mengerjakan TKD di pagi harinya, saya harus kembali duduk di ruangan yang sama untuk mengikuti tes lanjutan. Ini benar-benar ujian ketahanan fisik dan mental. Saya berusaha tetap fokus meskipun pikiran dan tubuh sudah mulai lelah.


Setiap kali merasa capek, saya tarik napas dalam-dalam dan mengingat tujuan saya: ingin lolos dan membuktikan kemampuan saya. Semangat itu yang membuat saya bisa bertahan hingga sesi terakhir.


Malam yang Menegangkan: Pengumuman di Jam 10 Malam

Setelah melewati tes seharian penuh, saya pulang dengan badan yang lelah tapi hati penuh harapan. Malam harinya, saya terus memeriksa email, menunggu pengumuman hasil TKD. Waktu terasa berjalan lambat, dan saya hampir menyerah menunggu.


Akhirnya, sekitar pukul 22.00, email yang saya nanti-nantikan tiba. Saya dinyatakan lulus TKD! Rasanya campur aduk antara lega dan tegang, karena ada kabar lanjutan: peserta yang lolos harus kembali ke lokasi tes keesokan paginya untuk mengikuti wawancara offline. Saya langsung mempersiapkan diri lagi, meskipun badan rasanya sudah remuk.


Wawancara: Ujian Mental Terakhir

Esok paginya, saya kembali ke lokasi tes untuk tahap wawancara. Ruang wawancaranya sederhana, tapi hawa tegangnya kerasa banget. Saya berusaha jadi diri sendiri. Salah satu pertanyaan yang saya ingat adalah:

“Kenapa kamu mau bekerja di BUMN?”

Saya jawab dengan jujur: saya ingin berkontribusi untuk negara dan belajar dari perusahaan besar yang sudah terbukti kiprahnya. Pewawancara lebih tertarik pada alasan dan motivasi saya daripada sekadar jawaban yang dibuat-buat.


Tips saya di tahap ini: jaga kontak mata, jawab dengan percaya diri, dan jangan berusaha menjadi orang lain. Mereka bisa merasakan kalau kita jujur atau tidak.


Kunci Utama: Mental Baja dan Doa

Tes dari pagi hingga magrib benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Kuncinya adalah menjaga fokus dan mental baja. Saya berusaha tetap tenang, mengatur napas, dan nggak terburu-buru saat mengerjakan soal. Selain itu, doa juga jadi senjata utama saya. Setiap kali merasa buntu, saya tarik napas dalam-dalam dan berdoa agar diberi ketenangan.


Pesan untuk Pejuang BUMN 2025

Sekarang, dengan adanya Rekrutmen Bersama BUMN 2025 yang serba online, tantangannya mungkin sedikit berbeda. Tapi, persiapan dan mental tetap jadi kunci utama. Percayalah pada dirimu sendiri, latih kemampuanmu setiap hari, dan jangan lupa berdoa. Kalau saya bisa lolos dengan tes seharian penuh yang melelahkan, kamu juga pasti bisa!


Selamat berjuang, calon talenta BUMN! Semoga sukses, dan siapa tahu kita bisa menjadi bagian dari keluarga besar BUMN bersama-sama.

Artikel Terbaru