Lkd0w4E1RXeko9lO8B7b5aHwUYMeguVeq3zLAoHH

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Ke Kalimantan lagi. Ketiga kalinya saya berkunjung ke pulau yang indah ini. Alhamdulillah bersyukur. Bahkan di luar dugaan, dalam satu bulan saya bisa mengunjungi Kalimantan sebanyak 2 kali.

Semuanya apalagi kalau bukan urusan pekerjaan. Lebih tepatnya untuk kalibrasi alat ukur instrumen.

Bagi saya, setiap perjalanan akan selalu menemukan keseruan dan cerita baru. Sama halnya dengan perjalanan kali ini.

Ada yang menarik selama perjalanan saya ke Kalimantan. Selain terkait pekerjaan kalibrasi, ada hal seru dan menjadi pengalaman baru.

Penasaran dengan seperti apa perjalanan saya ke Kalimantan kali ini? Simak terus artikel berikut.


Tiba di Bandara Syamsudin Noor Kalimantan

Perjalanan dimulai dari Bandung pada dini hari. Dalam keadaan setengah mengantuk, saya berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk mengejar penerbangan pagi.

Suasana jalanan yang masih lengang memberi kesan tenang dan dingin di awal perjalanan ini. Setelah menempuh perjalanan darat dari Bandung, saya tiba di bandara tepat waktu, siap untuk penerbangan ke Kalimantan.

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Siapa bilang naik pesawat itu selalu menyenangkan? Meski sering terbang, saya masih saja sering deg-degan dan tegang di setiap perjalanan, terutama saat take-off dan landing, di mana rasa cemas semakin terasa.

Ketika saya tiba di Bandara Syamsudin Noor, udara khas Kalimantan langsung terasa begitu kaki saya melangkah keluar dari pesawat.

Pemandangan sekitar tampak akrab, meskipun ini sudah ketiga kalinya saya melakukan perjalanan kalibrasi di Kalimantan.

Bandara ini memiliki nuansa unik, memadukan arsitektur modern dengan sentuhan budaya lokal yang khas, sehingga menyambut setiap pengunjung dengan rasa hangat dan nyaman.

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Setelah keluar dari terminal, saya melangkah menuju area kedatangan. Di sana, seperti biasa, saya memastikan semua perlengkapan kalibrasi yang dibawa – dari thermocouple hingga thermometer – tetap aman di bagasi.

Perjalanan kali ini akan membawa saya ke lokasi yang sudah tidak asing lagi, seperti Banjarbaru tempat di mana saya sebelumnya pernah melakukan kalibrasi oven, mesh, dan timbangan.

Rasanya seperti menyusuri jejak yang sudah saya lalui, tetapi dengan tantangan dan pengalaman baru yang selalu saya nantikan.

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Di luar bandara, saya langsung mengatur transportasi untuk perjalanan darat menuju lokasi. Meskipun jarak yang akan ditempuh cukup jauh, namun perjalanan darat ini memberikan pengalaman yang berbeda.

Saya bisa menikmati pemandangan hutan tropis yang khas, diselingi dengan perkampungan-perkampungan lokal yang seakan mengisyaratkan kehidupan yang damai dan tenteram.

Perjalanan ini bukan hanya sekedar rutinitas pekerjaan kalibrasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi saya untuk merasakan kembali keindahan dan keunikan Kalimantan.

Dari keramahan penduduk lokal, cita rasa kuliner seperti ikan kerapu yang pernah saya nikmati di perjalanan sebelumnya, hingga kehangatan suasana kerja di lapangan.


Menikmati Makan Siang dengan Pemandangan Indah

Dalam perjalanan menuju lokasi kalibrasi di Kalimantan, saya memutuskan untuk mampir sebentar di sebuah warung nasi sederhana di pinggir jalan.

Dari luar, warung itu terlihat seperti tempat makan biasa, hanya berupa bangunan kecil dengan meja dan kursi kayu, serta papan nama yang sudah mulai pudar. Tapi perut sudah mulai keroncongan, jadi saya putuskan berhenti sejenak.

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Begitu masuk dan memesan sepiring nasi dengan lauk ayam, saya duduk di meja yang menghadap ke jendela. Tak disangka, dari tempat itu, pemandangan yang tersaji benar-benar luar biasa.

Di depan mata, terbentang hutan Kalimantan yang hijau dan lebat, seakan melukiskan keindahan alam yang masih asli.

Di kejauhan, siluet gunung yang menjulang tinggi menghiasi horison, memberikan suasana damai dan sejuk. Langit biru membentang di atas, dengan awan-awan tipis yang bergerak perlahan.

Suara-suara alam dari kejauhan seakan melengkapi suasana. Terasa begitu jauh dari hiruk-pikuk kota dan rutinitas pekerjaan di laboratorium.

Saya menghabiskan makan siang sambil sesekali menikmati pemandangan indah ini, merasa beruntung bisa menyaksikan keindahan alam Kalimantan yang jarang terlihat. Sungguh momen singkat yang tak terlupakan di tengah kesibukan pekerjaan.


Tiba di Lokasi Pertambangan, Alat Uji Laboratorium Siap Menanti Dikalibrasi

Setibanya di laboratorium pada sore hari, saya disambut suasana senja yang tenang di tengah-tengah area pertambangan batu bara.

Langit memerah perlahan, dan aroma khas tanah serta debu tambang memenuhi udara.

Setelah mempersiapkan peralatan, saya mulai kalibrasi di dalam lab, dimulai dengan furnace dan oven, kemudian berlanjut ke calorimeter serta timbangan besar dan kecil.

Menjelang malam, saya melangkah keluar sejenak untuk melihat fasilitas pemrosesan tambang di kejauhan.

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Bangunan tinggi dengan beberapa tingkat, tangga, dan platform berkilauan terang diterangi lampu-lampu kuning dan putih.

Cahaya dari fasilitas tersebut menciptakan suasana kontras dengan kegelapan di sekitarnya, menjadi pemandangan yang khas dari tambang malam hari.

Suara mesin dan alat berat samar-samar terdengar di latar belakang, mengingatkan bahwa pekerjaan di sini tak pernah benar-benar berhenti.

Saya kembali ke dalam laboratorium dan melanjutkan kalibrasi. Ketika pekerjaan selesai, malam telah larut, dan fasilitas pemrosesan di kejauhan tetap terang benderang, memberi rasa damai di tengah kesunyian.

Meski lelah, saya merasa puas dan terpukau oleh pengalaman bekerja hingga malam di tengah aktivitas tambang yang terus berjalan.


Persiapan Pulang ke Bandung

Setelah menyelesaikan kalibrasi malam itu, saya merapikan peralatan dan memastikan semua hasil kalibrasi sudah tercatat dengan lengkap.

Laboratorium mulai sepi, dan suara mesin tambang di kejauhan pun terdengar semakin samar.

Saya melangkah keluar, menikmati malam yang hening dan dingin di tengah area tambang, ditemani cahaya lampu-lampu industri yang masih menerangi fasilitas pemrosesan di kejauhan.

Dengan langkah lelah namun puas, saya menuju kendaraan yang akan membawa saya ke penginapan.

Kalimantan Lagi, Ketiga Kalinya ke Sini Ternyata Begini

Dalam perjalanan, saya membayangkan istirahat yang nyaman setelah seharian penuh bekerja. Setibanya di penginapan, saya langsung bersiap untuk beristirahat agar esok pagi siap-siap berangkat.

Keesokan harinya, setelah sarapan singkat, saya menuju Bandara Syamsudin Noor untuk penerbangan kembali ke Bandung.

Perasaan lega dan puas menyertai perjalanan pulang, sembari mengenang pengalaman kalibrasi di tengah area tambang batu bara yang penuh tantangan.

Pulang dengan rasa bangga, saya siap kembali ke rutinitas dan, mungkin, suatu hari kembali lagi ke sini untuk tugas berikutnya.

Artikel Terbaru